Semalem.. Hampir sama seperti yang lalu-lalu, justru akhir-akhir ini sering! Nggak di jalan, di toko, di warung, di pameran, kalo ketemu orang baru, mereka dengan enak manggil "Bu or Ibu".
Iyaa sich, lebih sopan dan merupakan panggilan hormat (mungkin) tapi apa iya maknanya itu ajja? Ada hubungannya sama penampilan atau raut muka nggak sich? Belum ibu-ibu sich padahal tapi sering disebut ibu-ibu ( ; ω; )
Pengen sich dipanggil mbak atau dek (biar keliatan imut, hihi), kecuali di sekolah emang dipanggil ibu sich!! kalau di rumah pengen juga dipanggil ibu, tapi nanti kalau udah nikah (berapa tahun lagi yaa itu?), punya anak-anak, khan jadi ibu beneran, asyik tuch! Nikah ibadah, muda nggak jadi masalah (ノ^_^)ノ
Hmm, kembali ke laptop..
Yaa.. Lagi buntu benar! Kata kebanyakan orang sich GALAU. Kok nggak mbak-mbak tapi ibu-ibu?! Owhlaaa.. Tuing-tuing (´∇ノ`*)
Dua kemungkinan kenapa pada ngejudge saya ini udah ibu-ibu yaa? Ibu tanpa embel-embel! Hmm.. As I know.. Pertama bisa karena jadul in style or old face? Ohh noo.. Nothing answer.
Saya nggak ngerti! Tutup coretan dulu lah, besok kalau udah ketemu jawabnya baru dech ngepost lagi. Tapi yang jelas, ada teman yang tau cerita saya dan bilang kalau itu bukan karena penampilan atau face! Lebih ke pembawaan dan doa. Keibuan katanya. Hihi, apa iyaa? Masak sich? Atau doa smoga cepat jadi ibu (nikah muda). Yang baik-baik, di amin-i ajja dech kalau gitu, smoga hasilnya juga oke ~~\(`ω ´)σσσσ
0 comments:
Post a Comment