Deringan tilpon sore membuat saya beranjak dan segera turun!! Ternyata orang tua saya memanggil \__~(˘▾˘~)
Pembicaraan beberapa menit dengan beberapa topik yang biasa kami obrolkan menyisakan berbagai rasa. Seneng bisa ngobrol-ngbrol sama orang tua! Yaa, saya yang nggak tinggal bersama orang tua, bukan serumah dan berada dalam perantauan pasti juga nggak bisa tiap detik, menit, jam, mendengar suara beliau. Pasti seneng kalau di tilpon ♉(˘♢˘)♉
Dari obrolan ringan "sedang apa?", lalu kemudian sejalur yang lain "udah sholat belum?", dilanjut yang lain lagi "udah makan? berapa kali?" hingga seterusnya.. Merembet ke urusan pekerjaan (aktivitas harian) sampai jodoh!! Benarr.. Jodoh alias "siapa yang lagi deket" sejenisnya^^
Mendengarkan tentang sebuah kisah nyata dari keluarga teman orang tua membuat saya tertegun dan berpikir ke masa lalu, kemarin.. Beberapa menit sebelumnya!!
SEKUFU!!!!! Setara.. Seimbang.. Nggak jomplang kalo dalam bahasa Jawa-nya, nggak beda jauh..
Apa sich maksudnya??! Hmm, nasehat alias wejangan alias petuah.. Apapun itu yang bisa saya ambil inti sarinya, kudu sekufu. OMG*
Orang tua benar! Orang tua selalu ingin pasti yang terbaik untuk anak-anaknya termasuk masalah pendamping hidup. Di sisi lain saya bahagia karna itu tandanya orang tua selalu memperhatikan anaknya, sayang karna memilihkan yang terbaik tapi juga lemes. Hmm, lemes karena saya belum bisa membuat mereka bangga, hikss ƪ(° ̯˚ ʃ)
“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”.
0 comments:
Post a Comment