Teguran gaya baru


Satu lagi mantenan di hari ahad cerah bulan ini, February. Seorang teman lama di bangku SMA menggelar walimahan meriah di rumahnya. Lama nggak ketemu, wow.. Pangkling!! Mempelainya cantik..

Dibalut busana pengantin muslim berwarna merah marun, tampak elegan. Dekorasi serba merah, berani dan semangat!! yang paling penting, jauh dari perkiraan saya.. Sekali mendayung, dua pulau terengkuh kawan. Ehh ternyata bisa reunian, hihihi. Hampir semua yang dateng di jam itu (sebelas siang), 80 persen temen-temen SMA, subhanallah. 

Temen-temen sekarang tuch cantik-cantik, anggun, sae-sae pokoknya  ƪ(ˆ⌣ˆ)ʃ ε(•̃⌣•̃)з‎

Pas lagi sun kanan-sun kiri ke beberapa teman lama, jabat tangan sembari memanjatkan doa lewat salam panjang, tiba-tiba edaran pandangan saya terhenti tepat di gadis mungil nan ayu. Yaa, temen kuliah yang ternyata juga temen sekolah temen saya itu, hee. Dunia ini sempit kalau begini!! Temen kami ternyata sama, unik  ▹(ˇ⌣ˇ)◃

Saya hampiri dia dan salam-pun menggema. Secepat mungkin bisikan halus mampir ke organ pendengaran yang tertutup jilbab pelangi.

"Kok penampilannya beda Tha?" tanyanya tiba-tiba.

Sedikit tercengang, mikir sejenak dan pembicaraan kecil dimulai.

"Iyaa je, pengin ganti gaya, hehhee," mencoba tersenyum kemudian.

"Tapi aku suka yang biasanya lho, ini jilbabnya kok pendek banget," gadis itu memegang jilbab saya sembari melirik ke orang-orang di sekeliling. "Kurang menutup dada," sambungnya lagi.

Rasanya masyallah.. Mendengar ucapan temen saya, temen deket di jaman kuliah itu, membuat saya seperti kesambar petir, kaget, nggak bisa berkata-kata. Bingung    (•͡˘˛˘ •͡)

"Hu'um, sesuai model pakaian," timpal saya seketika lalu duduk.

"Buru-buru juga mbakyu," balas bisik saya di dekat telinganya cepat. Tanpa sepatah kata balasan, dia hanya tersenyum!

Saya salah yaa Robb, astaghfirullah! Percakapan singkat itu menyadarkan saya. Sebelumnya, dengan tujuan ingin tampil beda, terlihat lebih manis, dan berdandan beda pula dengan keluar dari gaya biasa, serta menahan rasa nggak pede, membuahkan teguran istimewa. Tuhan, terimakasih!! Yang saya kira baik ternyata nggak baik menurut-Mu. Engkau tunjukkan kasih sayang-Mu melalui temen cantik itu   ​ >̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴͡*

Cukup ini.. Cukup tadi.. Besok-besok harus berbenah lagi dan pasti nggak meninggalkan citra diri, identitas! Percuma cantik di mata orang kalau nyatanya jauh dari kata "cantik" di mata Tuhan, astaghfirullah.

Alhamdulillah saya mendapatkan pelajaran di siang ini..  └ºνє♡ u  Tuhan..

Bismillahirrahmanirrahim.. Berubah harus lebih baik!!

0 comments:

Post a Comment