Murid-murid kelas atas


Banyak yang bilang kalau mengajar kelas atas jauh lebih mengenakkan ketimbang masuk ke kelas bawah. Menurut saya dari banyak argumen demikian itu, saya berpendapat sendiri kalau bisa setengah setuju dan setengah nggak, hehe. Kenapa??!

Sebenarnya masing-masing ada plus minusnya. Misalnya ajja ketika mengajar kelas bawah, emang dibutuhkan tenaga yang ekstra. Itu pasti karena volume suara lebih ditekankan serta tenaga yang dibutuhkan juga lumayan harus lebih. Saya jamin, mengajar di kelas bawah bisa membuat kita mondar-mandir, olahraga  c̼.̀̽-̯̫̽̈́.́̽ɔ̼wewc̼.̀̽-̯̫̽̈́.́̽ɔ̼ wew c̼.̀̽-̯̫̽̈́.́̽ɔ̼wewc̼.̀̽-̯̫̽̈́.́̽ɔ̼

Hal itu mungkin yang membuat banyak orang menganggap kalau mengajar kelas bawah itu sulit. Tetapi di balik itu ada hal lain yang sangat membahagiakan. Apa itu??!

Yapsss, perasaan jadi happy kawan. Ngeliat anak-anak pada semangat belajar itu menyenangkan. Terselip tingkah-tingkah lucu dan menggemaskan dari mereka. Semua itu membuat perasaan bahagia. Bisa sambil belajar juga lho, latihan jadi orang tua,  ♓é² .. ♓é² .. ♓é² .. ♓é² .

Dibandingkan dengan masuk ke kelas atas, misalnya kelas 5 atau 6. Di dalam kelas, tenaga kita bisa lebih awet. Njelasin dikit ajja tanpa perlu mengeluarkan seluruh suara, mereka udah bisa diatur. Suasana kelas cenderung lebih anteng dan kondusif. Mereka cepet paham, nangkap isi pelajaran. Mudah nurutnya juga  Ơ̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴̴̴͡

Pernah ketika sang guru (pengalaman beberapa waktu lalu) lupa nggak bawa soal dan kemudian ketika diminta anak-anak "Bu, mana soalnya?", ehh si pengajar cuma bilang "Berhubung ini kelas atas, kali ini saya nggak akan memberi soal seperti biasa tetapi saya hanya ingin menguji writing kalian". Dengan tema dadakan yang saya tentukan tetapi masih tetap sesuai dengan materi yang udah pernah saya ajarkan, mereka kaget sambil bilang "Yahhhhh... Bu, nggak bisa." Kembali sahutan mereka saya timpali "Pasti bisa. Kalau nggak bisa, ada yang sulit, bisa ditanyakan ke saya!"

Tanpa curiga kalau sebenarnya soal mereka ketinggalan di rumah, mereka akhirnya mau mengerjakan tugas dadakan itu dengan tenang, tanpa gaduh. Alhamdulillah, lega.. Murid-murid pinter, nilainya juga ternyata bagus-bagus^^

0 comments:

Post a Comment