Wejangan mulia mereka


Seperti rintik deras air dari langit sore ini, seperti itu pula rasa dalam hati. Pengen meneteskan sebutir demi sebutir air mata  (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

Yaa Tuhan, terima kasih Engkau berikan mereka untukku. Kedua orang tua yang begitu menyayangiku  (♥θ♥)

Pembicaraan dari satu topik berpindah ke topik yang lain membuat saya semakin tegar tetapi juga lemah. Nggak tahu!! Rasanya.. Dulu saya yang emang keras, tiba-tiba bisa menjadi sedikit melunak. Bisa mempertahankan prinsip, baru kali ini dan itu tadi. Yaa Allah, Tha sayang mereka  (•‾ε‾•)

Maaf ibuk bapak, Tha begini karena Tha ingin berubah. Insyaallah berubah ke arah yang baik, aminnnn. Doa kalian Tha harapkan selalu dan Tha yakin pasti selalu ada, anakmu ini sayang banget sama kalian. Mudah-mudahan setelah satu asa yang belum tercapai ini telah ditangan, sudah berhasil teraih, Tha janji untuk kalian atas segala wejangan indah yang udah kalian beri, Tha akan pulang. Tha ingin buat ibuk bapak bahagia dan bangga. Tha udah banyak merepotkan kalian  (¯―¯٥)

Tuhannn.. Engkau maha bijaksana sekali. Engkau tunjukkan kejadian siang tadi seperti mimpi, sulit dipercaya dan saya bahagia. Saya yakin semua karena kehendak-Mu Sang Maha Kuasa. Semoga hamba bisa terus maju, semangat, senyum dan tak lelah berdoa serta berusaha. Tetapkan selalu istiqomah dalam iman islammu selalu yaa Robbi. Semoga tadi bisa membuka jalan menuju cita-citaku, langkah awalku yaa Allah yang maha tinggi, aminnnnn^^

Saya bangga menjadi seorang muslim dan saya mencintai kedua orang tua saya! Baru kali ini saya merasa kehilangan rasa sakit, lelah, lesu, dingin, panas setelah saya mendengar semua nasehat-nasehat mereka. Maafkan anakmu yang belum bisa membahagiakan ibuk dan bapak. Doakan Tha selalu*

Saya bangkit berdiri!!!  º°˚˚°º♏ªKª§Ǐ♓º°˚˚°º

0 comments:

Post a Comment