"Mbak, ini ya Mbak ada sedikit honor koreksi anak-anak. Rencana ingin diberikan jauh hari tetapi kemarin-kemarin ijin nggak masuk", ucap pelan seorang ibu berjilbab coklat dengan sedikit penjelasan sembari menyodorkan amplop putih di meja. Tangan kami berjabat.
"Ohh.. Iya Bu, trimakasih. Maaf dua minggu lalu saya ijin." senyum mungil dari bibir kecil ini tersungging.
Alhamdulillah.. Memang beberapa waktu lalu saya ijin nggak ke sekolah. Mbolos, hehehe!! Duhhhh, Thaaaa.. Hmm, akhirnya amplop musti ditumpuk di satu hari, hihi. Rezeki Allah SWT yaa (˘⌣˘)ε˘`)
Ketika amplop kecil udah di tangan dan saya buka, alhamdulillah. Berulang kali saya haturkan pada Dzat yang maha kaya. Memang sebenarnya ini bukan kali pertama saya mendapatkan "amplop" dari tempat dimana saya mencari pengalaman ini. Hal serupa udah terjadi sekitar beberapa bulan belakangan, setahun lalu. Teringat betul bahagianya saya saat dulu pertama kali mendapat tuch "amplop". Saya merasa "Ya Allah, Engkau baik sekali", dan itu memang nyata, allahu akbar. Saya diberi kesempatan untuk menikmati masa belajar dengan anak-anak, siswa-siswa yang lucu dan polos! Saya menyukai mereka ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ
Tiba-tiba teringat kedua orang tua saya di salah satu kota kecil perbatasan Jateng-DIY. Kota dimana saya dilahirkan dan mereka menjemput rezeki Allah. Jadi trenyuh, merinding pengin nangis. Ingin memeluk erat mereka dan mencium kedua tangan mereka sembari bilang dua kata utama, maaf dan terima kasih (´ω`)
Maaf karena selama ini saya selalu nyusahin, sering minta yang aneh-aneh padahal kalian susah dan capek sebenernya. Kalian nggak pernah memperdulikan hujan, badai, panas, terik, demi mencari sesuap nasi, sedikit uang untuk anak kalian dan agar segala kebutuhan terpenuhi, anak-anak bahagia. Anakmu ini sering nggak tau diri, hiks*
Terima kasih banyak Ibuk, Bapak, kalian telah mengeluarkan begitu banyak keringat ikhlas untuk Tha, anakmu. Luar biasa perjuangan kalian. Baru saya tau rasanya setelah saya mencoba mencicipi sedikit kisah di salah satu sekolah negri nggak jauh dari rumah, tempat dimana saya belajar dan bermain dengan anak-anak. Butuh perjuangan! Saya jadi ngerti rasanya buah keringat itu gimana. Indah kawan, membahagiakan karena benar-benar didapat dari hasil menguras.
Tuhan, terima kasih untuk segala nikmat-Mu. Bahagiakan selalu mereka yaa Robb^^
0 comments:
Post a Comment