Seseorang melihat alias menilai penampilan orang yang lain tentu dan pasti melalui fisik. Pertama dari pandangan mata! Misal ada yang "melihat" dari hati, saya sedikit kurang setuju. Karena apa? Nggak dipungkiri, pertemuan itu dimulai dari mata, bukan hati \(‘O’\) (/’.')/ \(‘O’\)
Andai ada yang memiliki percakapan:
X = "Ehh, dia itu ini lho, itu lho, begini begitu, bla bla dan bla."
Y = "Kok tau sich?"
X = "Aku cermati dari cara dia bertutur kata, walau nggak langsung sich,"
Y = "Yahhh, belum pernah ketemu langsung yaa?"
X = "Belum, hehehe."
Dari sedikit perbincangan dua sahabat itu bisa ditarik sarinya kalau mbk / mas X bisa menyimpulkan sesuatu bukan dari apa yang dia liat langsung! Dahulu saya berpikir juga demikian, pernah dan sering mungkin, tapi karena kejadian hari ini... Membuat saya berbalik, tidak!! Insyaallah.
Kita.. Lebih tepatnya saya, nggak bisa lagi atau nggak ingin lagi ngejudge orang kalau nggak atau belum begitu mengerti pribadi tersebut. Saya percaya pasti banyak orang yang nggak setuju dengan argumen saya, but it's oke, kebebasan berpendapat!!
Sering pula ada yang bilang "don't judge a book by its cover", nggak sepenuhnya itu salah dan nggak sepenuhnya pula itu benar. Menurut saya ..´(⊙_⊙)` .
Tapi yang benar insyaallah, sebelum kita menebak, mengira, menafsir atau sejenisnya itu terhadap sesuatu atau seseorang utamanya, lebih baik mesti dicari tau dulu "bagaimana yang sebenarnya". Belum bisa dikatakan "best", "good", "enough" atau "worse" sekalipun jika belum ada bukti nyata!! Bukan apa-apa, hanya ditakutkan.. SALAH!! Suudhon, naudhubillah...
Intinya... Mencari pembenarannya, bukan asal nebak tanpa tanggungjawab (no bukti)*
0 comments:
Post a Comment