Sepi merona hitam


Sebelah hati hilang.. Sepasang sayang retak.. Secuil kepercayaan tak berbekas.. 

Kesendirian mendera dalam hening suara malam! Tetes demi tetes dari kedua sudut danau keluar hingga membentuk aliran kecil yang bernama sungai air mata. Entah terjadi karena apa, sulit dikira! Warna pink yang cantik kini tak tampak sedikit pun seakan sembunyi enggan menampakkan diri barang sejenak. Warna putih pun yang kata orang bermakna kesucian ikutan kabur, hilang tanpa jejak. Rona hitam menggelayuti seakan melambai untuk terus dihampiri  \(#`⌂´)/┌┛*(☆,✗)

Manusia... Ohh manusia yang satu ini!!!

Sekali mendekat ke warna gelap itu, jika tanpa perawatan rutin, akan semakin gelap jadinya. Tuhannn... Butuh jawaban-Mu^^

Satu hikmah didapat? Bukaannn, bukan hanya satu kawan, lebih dari seribu bahkan. Tak terhitung jika kita mengambil contoh itu pasir. Butiran-butiran kecil itu nampak istimewa jika ditumpuk banyak dan sangat tidak bermakna jika hanya sekeping, sebuah, satu.

Nggak ada yang menginginkan satu jika itu baik dan selalu diinginkan berjumlah banyak jika itu sangat baik, setidaknya baik pula, untuk semua. Segelintir hati yang ternoda cinta, suci, tulus karena Tuhannya. Rasa yang menentramkan dan bagai garam dalam sayur seperti sebuah musik lama menjadi penyejuk hati yang selalu dirundung sepi, rasa sendiri  (¬ _ ¬”)

Salah, sebenarnya nggak ada manusia yang sendiri. Dari malam ini, hari ini! Saya merasa apa yang seharusnya saya rasa. Selalu bahwa Tuhan akan tetap ada...

0 comments:

Post a Comment