Namanya makhluk sosial


Nggak ada ujan, nggak ada badai, alhamdulillah rutinitas seperti biasanya "kabur". Hilang sementara waktu, hibernasi! Yaa yaa, kalau biasanya hanya sembunyi di balik selimut, tidur di kamar atau menghabiskan tengah malam di depan layar berukuran 12 inci, kali ini sedikit berbeda.

Di mulai dari berita pagi yang saya terima via telepon seluler pribadi, berita duka. Masih saudara sich (kata bulek), kapundut. Takziyah, innalillahi wainna ilaihi rojiuun. Semoga arwah simbah putri diterima gusti Allah dan ditempatkan di tempat mulia sisi-Nya, aminnnnnn. Segala amal diterima*

Dari tekad semalem, bawaannya pengen keluar mulu, maen-maen, pergi dan motor-motoran, walau sendiri  Ε(.⌣__⌣.)з

Terasa betul kalau begini!! Nggak enaknya sendiri (sebenarnya), kudu mandiri walau bebas. Nggak ada yang bisa dimintai saran, apalagi saya yang suka bingung dalam mengambil keputusan, hehe. Hmm, pantes yaa temen-temen kebanyakan pada suka pergi rame-rame, maen kesana kemari, kumpul-kumpul, seneng-seneng bareng, cerita ngalor ngidul bersama, ternyata itu.. Itu tho yang namanya makhluk sosial ​ (˘̩̩̩o˘̩ƪ)

Dengan berbagi terasa ringan karena pasti membutuhkan bantuan orang lain. Nggak mungkin semuanya akan sendiri terus! Hidup membutuhkan orang lain. Butuh interaksi, ada semburat senyum kecil, tawa lebar, cerita menghibur, semuanya, whatever.

Makhluk sosial! Manusia bergelar makhluk sosial dan hablum minannas-nya harus dijaga baik selain yang paling penting hablum minallah pasti^^

Satu lagi hampir ketinggalan!!! Ternyata dengan banyak interaksi terhadap manusia lain, orang-orang di sekeliling, akan membuat hati kita lebih nyaman, perasaan menjadi lebih enak. Susah dijabarin  (ˇ▽ˇ)-c̯┌┐<)

0 comments:

Post a Comment